Postingan

Mencoba Kembali

Setelah satu tahun lamanya saya hiatus akhirnya saya mencoba kembali untuk menghentakkan jari-jari saya pada papan keyboard laptop saya. Entah apa yang akan saya tulis kali ini. Hanya karena menu  new entri blog  lebih menarik daripada kertas   laporan praktikum yang masih kosong. Ya, sebenarnya, hiatusnya saya bukan berhenti menulis begitu saja. Banyak sekali hal yang saya ingin ceritakan apa saja yang telah saya lewati selama hiatus ini. Tapi, sepertinya itu tidak begitu menarik untuk kalian. Satu tahun berlalu. Kisah hidup baru. Kondisi sekitar yang baru. Adaptasi baru. Orang-orang yang baru. Status yang baru. Kesibukan yang baru. Semua serba baru di dalam satu tahun ini. Lalu, apakah nasib akan baru juga? ................................................................................................................................................................... ....................................................... ...

Thanks for Today!

Selasa, 12 April 2016. First of all, ucapin ALHAMDULILLAH terlebih dahulu untuk hari ini. Segala puji bagi Allah, hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, hihi. Kenapa? Pertama, hari ini adalah hari terakhir UNBK. Akhirnya setelah menjalani UNBK dengan segala formalitasnya entah itu belajar atau berdoa haha selesai juga. Dan akhirnya, libur telah tiba! Yuhuuuy! Tapi tetep dong dijaga formalitasnya, tetep berdoa semoga hasilnya memuaskan dan bisa segera dapat tempat kuliah yang diinginkan. Aamiin.  Kedua, tepat hari ini aku 18 tahun lho guys , wkwkwk. Alhamdulillah akhirnya legal juga, loh? No, no . Ya, bersyukur banget bisa merasakan umur 18 semoga ke depannya semakin baik. PS: teruntuk teman-teman dan saudara-saudaraku yang turut ngucapin terima kasih banyak yaaaa, I love you so much! Semoga doa-doa kalian berbalik juga ke kalian dan dikabulkan Allah. Aamiin.

Mysterious Year

Time flies so fast. Memasuki tahun 2016, tepatnya hari ketiga. Seperti biasa, satu tahun rasanya berlalu begitu cepat. Tidak begitu terasa. Mengakhiri 2015 dengan satu kabar duka, kehilangan seorang teman yang hampir 3 tahun bersama menjalani rutinitas sekolah. Semoga engkau tenang selalu disisi-Nya, teman. Aamiin. Mau tidak mau, waktu terus berjalan, meninggalkan suka-duka yang telah dilalui sebelumnya dan mulai menjalani hal baru serta berusaha untuk menjadi lebih baik ke depannya. 2016 sepertinya bakal menjadi tahun yang penuh perjuangan dan penentu masa depan. Dimana tahun ini akan menjadi tahun terakhir saya menduduki bangku putih abu-abu. Meninggalkan teman-teman yang sudah berjuang bersama 3 tahun, untuk mencapai cita-cita masing-masing. Tahun yang penuh dengan misteri. Kemana kaki ini akan melangkah untuk jenjang selanjutnya? Menapaki suasana baru, menjadi bekal untuk menuju masa depan.

Pertemuan? Atau perpisahan?

Terlalu sayang untuk tidak mengabadikan cerita ini dalam suatu tulisan. Satu setengah tahun rasanya ketika waktu belum mengizinkan kita bertemu kembali. Dan pada akhirnya, seminggu yang lalu waktu mengizinkan kita untuk bertemu. Dikatakan senang, memang senang. Tapi dikatakan tidak sedih juga kurang pas. Masih sama seperti kamu yang dulu saya kenal. Kamu yang selalu bisa membuat saya tidak pernah lepas pandangan dan pikiran darimu. Kamu yang istimewa. Masih sama seperti saya yang dulu. Hanya bisa melepas rasa kangen dengan memandangmu, seperti hobiku dulu. Tidak bisa berbuat apa-apa selain itu. Rasanya, bosan memang. Tetapi bagaimana lagi? Dan, waktu hanya mengizinkan kita bertemu dalam hitungan jam saja. Iya, lah, untuk apa berlama-lama? Meski masih ingin memandangmu lebih, tapi sepertinya itu bukan hal yang baik. Alangkah baiknya memang jika cepat-cepat kita berpisah lagi.   Saya takut. Saya tidak ingin segala sesuatu yang telah saya lupakan tentangmu selam...

Bukit Tranggulasih nan Asri

Gambar
Beberapa hari yang lalu, saya bersama teman-teman kelas saya melakukan trip. Tidak begitu jauh, namun kebersamaanlah prioritas utama kami. Hanya bermodal sebatas tahu daerahnya tetapi tidak tahu tepatnya dimana. Dengan menunggangi sepeda motor masing-masing, kami mengikuti jalan dan tidak lupa satu-dua-tiga orang kami tanyai dimana arah selanjutnya tempat tujuan kami. Sampai akhirnya setelah perjalanan satu jam, kami sampai di tempat tujuan. Namun ini masih di awal, ya, istilahnya di pintu gerbang tujuan kami. Kami harus menaiki beberapa anak tangga yang cukup tinggi, bukan anak tangga seperti di mall atau sejenisnya tetapi anak tangga yang terbuat dari tanah. Karena memang tujuan kami adalah bukit. Bukit Tranggulasih. Kelelahan dibayar lunas dengan pemandangannya ketika sampai di atas. Sungguh nikmat Allah yang luar biasa dapat menghirup udara segar dibalut dengan pemandangan yang amat sangat menawan. Bumi yang begitu asri, awan yang menyuguhkan 3 warna sekaligus. S...
Tulislah apapun itu, agar kamu merasa selalu ada.